Kamis, 10 Januari 2013

I KEEP YOU TILL THE END


PENGENALAN KARAKTER

 
 FREDICK LINCOLN (SEBELUM MENJADI VAMPIRE )                                  


 July Shalom
 
ACHILIES

 
Fortanas Quiveranerre (ketua vampir)                                         


FREDICK LINCOLN
 (ketika menjadi vampir)


I KEEP YOU TILL THE END

Kota mati, seperti itu orang – orang menyebutnya. Legenda yang penuh misits membuat sorang pemuda tartarik untuk menelusurinya,  konon kota itu ramai akan penduduk yang bertempat disana, setiap pagi bercengkrama dengan para tetangga wajah riang selalu melekat di wajah mereka, hingga pada suatu malam yang tidak seperti biasanya, bulan tak nampak kala itu, datang segerombolan manusia kelelawar yang mendatangi kota itu, mereka membantai semua penduduk yang tinggal di kota kecil itu, tapi ada sebuah keluarga yang lolos dari mereka, mereka menyebutnya keluarga titisan pemusnah vampir dan roh jahat, karena pengorbanan seorang ayah untuk putri semata wayangnya sampai sekarang dia masih hidup dengan pelayan setianya, sampai sekarang gadis itu masih tinggal di kota tempat dimana ayahnya terbunuh karena ulah para penghisap darah itu.

seorang pemuda bernama lincoln merasa iba akan hal itu dan tak disangka ia mengenal ayah dari gadis yang selamat itu, dia berhutang budi banyak padanya, pemuda itu berjanji akan menjaga gadis tersebut . shalom itulah nama gadis yang selamat dari tragedi pada malam itu.
“ ting tong  “ suara bel kuno berbunyi , kemudian tuan rumah membukakan pintu nan besar dan tinggi itu seraya berkata “ siapa”
“ halo gadis cantik, kamu pasti shalom ya? Kenalkan saya lincoln , paman kesini akan menjadi abdi setia nona kecil , baik- baik ya shalom “(jawab lincoln dengan senyuman khasnya)
“ dari mana paman tahu namaku, lagi pula aku bisa jaga diri ! aku sudah bukan anak kecil lagi ! aku sudah 10 tahun jangan perlakukan aku seoalah masih bayi aku bisa sendiri!”
“ tapi kau tetap butuh paman dan paman achilies sekarang sudah tua apa kau tidak merasa kasihan padanya? “
“oh ternyata anda sudah datang, silakan masuk maaf saya tidak bisa menyambut anda di stasiun, nona shalom paman ini akan menjaga nona shalom,  jadi bersikap baiklah padanya ya , “
“ aku tidak butuh siapapun paman!”( bergegas masuk kamar dengan hentakan kaki mungilnya)
“ maafkan sikapnya  tuan lincoln, di kurang terbiasa dengan orang asing “
“ karena itu saya kesini tuan achilies, saya harap saya bisa dipercaya menangani semua ini”
“ semoga saya tidak salah memilih orang,  kira kira 8 tahun yang lalu keluarga ini damai sampai nona shalom berumur 2 tahun saya telah mengabdi di keluarga ini sebelum hadirnya nona shalom, tuan shalom saat itu sudah menyadai bahwa kelak dia akan diincar oleh sekawanan penguasan malam, karena beliau mempunyai kekuatan untuk memusnahkan para penghisab darah itu maka beliau menurunkan kekuatannya pada nona muda, hingga tentunya kamu sudah pernah mendengar cerita itu bukan? Sebelum beliau wafat beliau berpesan bahwa nona muda shalom akan diincar sampai ia berumur 18 tahun karena jika para vampir berhasil menghisab darah nona muda ketika berusia 18 tahun, mereka akan sanggup keluar di bawah sinar matahari langsung dan mereka akan meraja lela dengan bebas disana, ada pula yang menginginkan nona shalom musnah yang jelas nona shalom tidak pernah bisa aman,  itu sebabnya saya meminta anda untuk ikut menjaga nona shalom karena saya menyadari saya sudah terlalu tua menjaganya terus sampai dia beranjak dewasa, mohon bantuannya tuan lincoln.”
“ dengan sepenuh hati saya akan menjaga nona shalom”
Pagi menjemput keluarga itu, nona muda masih tertidur lelap di kamarnya terbungkus selimut tebalnya mengingat musim itu musim salju yang mencekam di kota Virginia .
“ nona muda mentari sudah menyinari rambutmu, burung pun sudah berkicau ayo bangun, paman akan menjelaskan  sesuatu pada nona shalom, setelah nona mandi”
“ akh aku masih mengantuk lagi pula yang boleh membangunkan aku hanya paman achilies , pergi kau dari kamarku!”
Tiba tiba lemah lembut bibir lincoln mengecup kening mungil shalom sambil berkata “ kamu sudah terlambat masuk asrama”
“ lincoln beraninya kamu menciumku! Awas kau,”
Dengan canda tawa diantara mereka terciptalah rasa saling membutuhkan dan rasa damai telah mereka rasakan mungkin untuk sesaat. Achilies sedang menyiapkan sarapan di bawah sedangkan Lincoln sedang asyik membersihkan mobil yang akan dipakai mengantar nona muda ke asrama , shalom adalah satu-satunya siswi yang sekolah diasrama tetapi tidak pernah menginap di asrama, usai nona muda berdandan dan merias wajahnya seperti putri raja nan cantik turun. Tetapi suasana mendadak berubah gemuruh suara burung gagak membuat takut nona muda ,Lincoln segera mengawal shalom diruang tengah segerombolan penghisap darah beterbangan mengelilingi shalom dan Lincoln.” Awas nona muda! Sembunyilah di belakangku! “ dengan usahanya Lincoln termasuk orang yang lihai  memainkan peluru dan pedang hingga berhasil mengusir mereka dan  akhirnya ketua para penghisap darah itu muncul lalu meraka bertarung , dan ketua vampir itu terkena serangan  Lincoln dan sebaliknya lincoln juga terkena serangan hingga Lincoln pun cedera pada lengan kanannya, hingga ketua vampire itu bersumpah pada lincoln “ kau manusia pelindung titisan pemusnah bangsa kami, aku bersumpah akan kelak kau akan menjadi apa yang kau buru sekarang!, ingat itu baik baik!”. Segera mereka sirna dari tempat itu kembali ke peristirahatannya.
“ terima kasih paman “( sambil memeluk Lincoln)
“ sudahlah nona muda ayo kita berangkat kita sudah terlambat masuk asrama” ( mengelus-elus rambut shalom)
“ aku ingin jadi kekasih paman  boleh ya?”
“ nona muda tentu boleh tapi sekarang usia paman sudah 18 tahun dan nona muda masih 10 tahun suatu saat jika nona sudah berumur 18 tahun ya,,” ( jika kita masih bisa bertemu setelah   delapan tahun)  batin lincoln.
“ paman setahu aku cinta tak pernah memandang usia dan juga tak memandang derajad”
Hatiku bergetar menderngar ucapan gadis kecil berumur 10 tahun itu, dia berpikir dewasa dan tidak seperti seusia teman – teman pikirannya, tak mungkin aku jatuh hati pada gadis kecil itu.
Tak terasa 6 tahun sudah berlalu, shalom beranjak dari massa kecilnya dia tumbuh dewasa dan cantik, dia masih menyimpan rasa cintanya pada Lincoln. Dan dia sudah mengerti apa yang harus dilakukannya takdir apa yang dimilikinya, tak heran Lincoln akhirnya menaruh hati pada gadis yang selama ini diasuhnya. Suatu ketika shalom ingin keluar ia menengok ke arah kamar Lincoln, terlihat ia sedang istirahat dan dia masih menderita sakit yang ia rasakan 6 tahun lalu ketika pertarungan petamanya, shalom tak tega membangunkannya akhirnya ia putuskan untuk pergi sorang diri, padahal ia tahu diluar sana sangat berbahaya tanpa adanya pengawal. Ia berjalan di lorong – lorong kota seorang diri dan tak tahu jika sedari tadi ia diikuti beberapa vampire mereka tak tahan dengan aroma darah pada tubuh shalom seketika melihat shalom lengah mereka langsung memangsa shalom, anehnya shalom pasrah melihat mereka ingin memangsa dirinya, tiba-tiba  Lincoln datang dan menyelamatkan shalom ia berhasil lagi mengusir vampire itu dari shalom.
“ apa yang kau lakukan keluar tanpa sepengetahuanku! kau ingin mati? bodoh”
“ kenapa? Ya memang aku lelah menyusahkan kalian yang selalu menghawatirkan aku selalu membuat beban bagi kalian!”
“ bodoh sia-sia kalau kau mati selama ini usahaku menjagamu akan sia-sia, jika kau mati mereka bisa lebih leluasa menghabisi orang-orang diluar sana!”
Mereka berdua berhadapan dan mata mereka sejenak tidak bisa lepas dari pandangan, tiba-tiba dari belakang datang ketua vampire yang langsung menghujam kuku  panjangnya ke arah Lincoln, dengan tubuh lemahya Lincoln berusaha bangkit dan melawan dia, Lincoln merasa kesakitan dan terbaring jatuh ditumpukan salju, merah darah terlihat kontras di butiran salju yang putih itu.
“ ayo cepat lari shalom, sebelum mereka menangkapmu! Paman achilies sudah menunggu didepan”
“ aku akan menemanimu , aku tak mau kehilangan kamu aku akan menjagamu sekarang Lincoln  kenapa kau begitu ingin berkorban untukku“
“ karena aku tidak mau kehilangan kamu aku akan slalu menjagamu ini janjiku trhadapmu! Cepat lari “
( uacapan Lincoln terengah-engah)
Akhirnya achilies datang ia segera membawa shalom pergi tetpai shalom bersi keras ingin melihat dan memastikan licoln baik-baik saja, sementara itu terjadi perseteruan hebat antara Lincoln dan ketua vampire itu .
“ sudah aku bilang sumpah ku itu akan terbukti !”
“Jangan pernah lagi mengganggu nona mudaku Karena ada aku disini dan aku tak peduli  dengan sumpahmu itu!”
“ tapi sayang sekali sekarang tubuhmu sekarat disini”
Mustahil lincoln dapat mengalahkannya untuk bertahan saja dia kesulitan , shalom tak kuasa melihat ini semua ia berkali kali ingi menolonya tapi achilies menahannya, hanya bisa manangis tak ingin terjadi apa – apa dengan lincoln.
Ketua vampir itu berhasil menangkap lincoln dan secara perlahan ia bersiap menghisap darah lincoln sambil berbisik pada nya “ selamat datang lincoln di dunia kamilincoln mengerang kesakitan matanya tak lepas dari pandangan shalom mulutnya ternganga tak bisa berkata apapun, semua kenangan bersama shalom sirna sudah, jiwa manusianya sudah mati, ketua vampir itu menyuruh anak buahnya membawa tubuh lincoln ke peristirahatannya .
Achilies segera membawa shalom berlari tetapi di tengah perjalanan ia dihadang ketua vampir itu ia sengaja membiarkan mereka menyaksikan semua kejadian tersebut, lalu ia berkata pada shalom
“ belum saatnya aku harap kau sabar menanti gadis kecil, hahahahahaha!!!”
Mereka berhasil selamat dan shalom hanya menangisi kepergian lincoln dari sisinya mungkin ini akan menjadi terakhir ia melihat lincoln.
Sementara itu tubuh lincoln berada di rumah tua para penghisab darah itu, mereka sedang mengadakan upacara membangkitkan lincoln menjadi spesies terkuat diantara mereka.
“ wahai iblis kegelapan dengan darahku ini berilah setetes kehidupan yang abadi dan jadikan dia abdi setiaku, kupersembahkan ini untukmu!”
Petir yang tiba tiba terdengar seolah menjawab keinginan ketua vampir itu. Lincoln pun bangun kembali dan dia setia mengabdi pada sang raja, dan raja akhirnya sangat menyayangi lincoln seperti putranya sendiri, hingga lincoln merasa dalam dirinya ada yang hilang dia keluar dari sarangnya ia memutuskan ingin mencari jawaban dari mimpi – mimpi selama ini. Sebagai vampir dikenal memang tidak tidur tetapi lincoln tak berkeinginan keluar ketika yang lain mencari mangsa dia selalu berdiam diri ditempatnya, terlebih keluar tanpa sepengetahuan sang raja, sesekali ia haus dia memangsa binatang ataupun warga yang sering meresahkan penduduk, dia tak pernah sanggup meminum darang orang tanpa rasa bersalah.
Rumah shalom kembali muram tidak ada lagi tawa dan canda dari gurauan lincoln itu sudah berlangsung selama satu tahun,  semua itu hanyalah kenangan, shalom semakin tumbuh dewasa achilies semakin tak berdaya karena tubuhnya yang sudah menua, shalom lebih sering mengurung diri di kamar sesembari melatih membuka segel kekuatan yang diwariskan ayahnya ketika berumur 2 tahun.
Lincoln selalu muncul dan mengikuti shalom tanpa tahu siapa gadis yang bernama shalom, tapi nama itu tak terdengar asing, bahkan nama itu bisa membuat lincoln terhibur. Akhirnya mereka dipertemukan kembali oleh takdir yang selama ini dia tunggu-tunggu.
“ lincoln kau kembali? Kau telah selamat dari mereka ,katakanlah sesuatu padaku lincoln”
“ kau mengenaliku? Sebenarnya siapa aku ini dan kau itu sebenarnya siapa aku tidak ingat tentang mu apa kita pernah bertemu? “
“ kau tak mengenaliku lincoln? Aku gadis yang selalu kau jaga dengan segenap jiwa ragamu hingga kau dibawa mereka para vampir yang merubahmu seperti ini,”
“ ahh kepalaku sakit kenapa kau selalu muncul dimimpi – mimpiku! “
“ karena,………………..( sebelum menjawab tiba tiba muncul sang raja vampir )
“ lincoln!!! Jauhi gadis itu! Dia bisa berdampak buruk, kecuali kau ingin membunuhnya!”
# Di kastil
“ aku jadikan kamu sebagai putraku kenapa kau selalu menentangku!”
“ ayah,  siapa gadis itu? Apa yang kau sembunyikan dari ku selama ini?”
“ baiklah, jika kau bersi keras semua yang dia ceritakan itu memang benar dulu kau adalah penjaganya mungkin gadis itu mencintaimu”
  aku berjanji akan menjaganya aku sekarang telah tau jawaban dari mimpiku selama ini ternyata dia yang hilang dari mimpiku!, how could you do this thing to me! Beraninya kau perlakukan aku seperti ini!”
“ sudah beruntung kau tidak mati ditangan ku lincoln!, aku bawa kau dan jadikan kau putraku banyak diantara mereka yang menginginkan hal itu tapi ku pilih kau!lihatlah kau sekarang ini”
“ justru menjadi seperti ini adalah kutukan bagiku!, sudahlah jangan pernah lagi mengharap ku di tempat ini jangan pernah mencari – cari aku kembali”
“ lincoln! Jika kau buka pintu itu aku akan pergi menemui gadis pujaamu itu!”
“ silakan dengan senang hati aku akan berada di barisan terdepan untuk membunuhmu,”
Lincoln setelah mengetahui hal tersebut ia segera menemui shalom dan mereka kembali dalam kebersamaan yang dulu didambakan
 “ maaf shalom “(sambil memeluk shalom)
“ aku sangat merindukanmu lincoln, bisakah kau tinggal di sisiku lag?i”
“ maaf shlaom aku tidak bisa, aku sudah bukan lincoln seperti yang dulu lagi” ( melepaskan pelukannya)
“ tega sekali kau, bahkan kau berani memanggilku shalom!”
“ aku bisa mencelakaimu jika aku dekat denganmu shalom,kau sudah tau aku sekarang sudah seperti apa? Aku mudah kehilangan kendali jika menahan aroma ini!, aku tidak bisa menahan rasa harusku olehmu semua ini membuat aku tersiksa bila dekatmu ada rasa yang luar biasa menghisap darahmu tapi aku tak sanggup kehilanganmu, “
“ jadi ini adalah permintaan yang sia-sia, lincoln aku percaya kau sanggup menahan rasa hausmu tapi aku tak mau membuatmu tersiksa jadi pergilah kemana kau akan pergi disini biarkan aku menantimu hingga rambut ini memutih, biarkan aku menunggumu hingga harapan ini hanyut di nadiku”
“ shalom! Sadarlah! Kau punya tugas untuk memusnahkan bangsa seperti diriku! ketahuilah shalom sepasang mataku hanya untuk memandangmu seorang, bibirku hanya untuk mengucap namamu, dan sebuah rasa dariku untuk mengahangatkan hatimu seorang bukan saat yang tepat bagiku untuk kembali disisimu , pulanglah achhiles telah menunggumu!”
“ aku harap satu tahun itu bagaikan 1000 tahun hingga aku tak akan pernah bisa melakukan takdirku!”
“ sebaliknya aku harap satu tahun bagaikan 1 menit agar kau sadar akan kenyataan didepan matamu”
“ baiklah tunggulah jika itu memang akan terjadi”
“ aku akan menjadi mata untuk memantaumu shalom”
“ tentu kau masih ingat rumahku” ( berlalu meninggalkan lincoln )
Ya, aku tentu masih ingat dimana rumah dan kamarmu juga tempat dimana kita dulu bercanda tawa di taman, aku masih ingat shalom aku hanya bisa melindungimu dari jauh.( batin lincoln)
“ ini adalah kesempatan terakhir untukmu lincoln, kau mau kembali sebagai putra kesayanganku atau kau akan menyerahkan hidupmu demi gadis pemusnah itu,”
“ hidup? Hidup?aku masih bisa berdiri walau tanpa udara walau tanpa jantung berdetak kau bilang hidup? Ketahuilah aku telah mati ketika aku menjadi makhluk seperti ini. Aku memang sudah tak punya harapan lagi  untuk kembali padamu orang yang pernah aku buru misi utamaku adalah melindungi nona mudaku, meski takdir telah menorehkan tintanya seperti ini tapi misiku masih berlaku segenap jiwa dan raga ini bersama tujuan  kembalinya aku!”
“Ternyata kau begitu buta akan cinta sesaat sebagai manusia hidupmu hanya mampu menoleh tanpa berjalan, waktu terus menggergogoti tubuh perkasamu!, gadis itulah yang kelak akan membunuhmu, “
“ aku tau, dan itu memang hal yang seharusnya aku lakukan dari dulu,”
  well, meski kau  pernah jadi orang terdekatku tapi kau telah menjauhkan diri dari tempat yang seharusnya kamu tempati, keputusanmu sudah bulat seperti itu maka misi ku pun tetap berjalan meskipun kau menentang tapi seperti halnya dirimu misi utama tetaplah misi utama
Sampai jumpa ketika waktunya telah tiba tak ada salahnya kau menjajal kemampuanmu melawan anak buahku.”
“My plesure”
Perseteruan diantara mereka telah kembali lagi mereka tidak akan pernah berhenti sampai salah satu ada yang menjadi pemenang dan yang satu musnah, begitu terus berlangsung dalam kehidupan yang berjalan selama satu tahun ini banyak warga yang menjadi korban hausnya mereka dan lincoln melawan mereka satu persatu sampai muncul rasa kebencian yang sangat dalam di diri fortanas sang raja kegelapan.
“ pama achilies bisakah aku melakukan tugas ini? Sanggupkah aku?”
“ paman percaya nona shlom dapat melakukannya, ingat nona muda waktu nona muda beranjak 18 tahun 2 hari lagi “
“ sepertinya memang lincoln benar waktu satu tahun seperti satu menit agar menyadarkan aku akan tugas ku”
“ sebetulnya ada yang ingin paman katakan pada nona muda tetapi paman tak sanggup mengatakannya “ katakanlah paman apa paman tahu caranya agar aku membunuh mereka semua tetapi tanpa aku membunuh lincoln.”
“ jika paman katakan ini paman mungkin akan kehilangan nona muda tapi lincoln hidup, atau pun ada satu lagi jika………””
“ achilies ! sebaiknya kau menyiapkan peralatan untuk nona shalom “ (lincoln datang dan memutus pembicaraan paman achilies)
“ baiklah tuan lincoln “
Aku tau apa yang ingin kau katakan achilies jika kau katakan aku yakin shalom akan mengorbankan nyawanya untuk menyelamatkan aku, aku tak mau shalom melakukan itu untukku. Aku lebih suka dia hidup sebagai manusia normal biasa yang akan meninggal karena sakit di ranjangnya dan didampingi anak serta cucunya. Itulahh yang seharusnya terjadi.
“ lincoln aku sungguh tak sanggup harus melihatmu mati didepan mataku bahkan mati di tanganku”
“ aku lebih suka mati ditanganmu dari pada aku mati ditangan mereka, hei lihatlah mataku aku yakin kau bisa semua itu butuh pengorbanan, aku selalu dihati terdalammu shalom jangan menangis” ( seraya mengusap air mata yang jatuh di pipi shalom)
 Keduanya saling berpelukan mereka seakan akan berpisah ke dunia yang berbeda.
“ aku akan memuaskan hasratmu yang selama ini tidak pernah aku berikan padamu shalom”
Malam itu serasa satu detik bagi merka berdua,  mentari telah menjemput lincoln memaksa dia kembali ke dunia kegelapan.
Kau harus bisa shalom selamat tinggal sampai bertemu malam yang seharusnya jadi malam ulang tahunmu nanti, ( sambil meninggalkan shalom yang masih terlelap dalam tidurnya)
“ boba sarapan sudah siap ayo turun dan persiapkan dirimu”
“ paman, setelah in aku ingin berbicara pada paman.”
“ owh, tentu nona muda paman sudah menduganya”
Seusai shalom melakukan aktivitas pagi itu, ia mendatangi achilies, dia melanjutkan pembicaraan kemarin malam.
“ sebetulnya apa yang ingin paman sampaikan kepadaku tadi malam?”
  oh tadi malam paman ingin berkata persiapan alat-alat untuk nona muda sudah siap”
“ jangan membohongiku paman, aku tau paman tahu jawaban yang sebenarnya jika paman tidak mengatakannya selama hidupku ini aku tak akan pernah menganggap paman, dan paman telah mengecewakan aku”
Lalu berceritalah achilies kepada shalom dengan  berat hati, entah apa yang akan dilakukan shalom ketika mendengar baik-baik cerita achilies. Segala persiapan sudah terpenuhi shalom sudah berpakaian khas keluarga pemusnah vampir dia terlihat begitu kuat dan garang tetapi tetap menampakkan keanggunannya berbaur  dengan gaun hitam dia terlihat lebih tajam.
“ mari nona sudah siap?”
“ hemm dengan kekuatan ini aku harap semua usahaku tidak akan sia sia 
“ baiklah “( paman takut nona muda tidak akan mengenal paman lagi setelah peristiwa malam ini )
Setiba di tempat dimana semuanya telah berkumpul, para penghisap darah telah memenuhi tempat pertemuan mereka tak sabar ingin mengoyak tubuh shalom.
“ akhirnya hari ini datang juga”
“ ya ya ya dan akhirnya kau berni muncul dan melawanku hanya dengan niat dan pengawal tuamu ini yang tak berdaya”
“ yang kuat dari kami adalah ikatan dan tujuan baik kami ayah,”
“ lincoln……”
“ wah wah wah lincoln lincoln selamat datang kembali di takdir yang mempertemukan kita bertiga, aku harap aku bisa terus mendengar kau menyebut ayah padaku.”
“ jangan harap, aku akan berada di barisan terdepan melindungi dia!”
“ di detik terakhir masih saja kau bertahan dalam keputusan bodoh mu!”
Pertarungan sudah berlangsung lincoln datang dan memerangi para anak buah fortanas meskipun ia merasa tersiksa mendengar shalom tetapi ia mengerahkan seluruh kekuatannya untuk melawan mereka termasuk melawan fortanas, satu persatu dari mereka musnah karena mantra yang di bacakan shalom tak terkecuali fortanas.
Lincoln menjadi yang terakhir merasakan sakit dan ketika akan musnah seperti bangsanya tiba –tiba shalom memegang tangan lincoln dan berkata “jadikan aku sepertimu jika tidak aku akan mati”
“ tidak akan pernah shalom lebih baik aku yang musnah kamu harus punya kehidupan sendiri! Kenapa kau tukarkan kekuatanku hanya untuk ku?!”
“ waktuku tak banyak lincoln,”
“ tidak shalom tunggu aku shalom,, shalom  shalom bangunlah buka matamu shalom!!!”
“ lincoln gigit dia sebelum fajar datang jiwanya telah pergi!, cepat”
“ baiklah jika kau menginginkan ini bangunlah! Bukalah matamu!!, oh tidak fajar telah tiba
Tidak !!!!………………………….!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!, kenapa kau berbuat seperti ini padaku! Aku sudah menahan rasa hausku ketika bersamamu, sekarang kau berada di pangkuanku aku tak ingin sekejabpun memalingkan muka shalom, akan kubuat kau tetap abadi di tempatku dan aku bisa terus melihatmu! Walau kini ku sendiri aku akan hidup walau tanpa tujuan, walu tanpa hembusan nafasmu lagi walau tanpa rasa cintamu yang selalu memeluk hangat hatiku mengapa!!!!, shalom aku telah mati ketika kau tinggalkan aku !!!!!!”
Akhirnya ia tersadar telah berada ditempat yang berbeda Lincoln tersendiri akan takdir yang harus dijalaninya meskipun ia masih berharap shalom membuka mata kembali dan meniti kehidupan yang baru dan abadi
Ketika Lincoln beranjak dari tempatnya ia merasakan kehangatan yang berbeda dari manusia, yah benar dia telah bangkit menjadi wanita baru seperti terlahir kembali
New Born Shalom And New Born Together Alive
“LONG LIVE OUR LOVE”
THE END




















Jumat, 21 September 2012

last revenge!!


LAST REVENGE 

Pernikahan adalah suatu hal yang paling diinginkan setiap mansia dalam hidupnya. Keraguan akan pasangan selalu menjadi hal pertama yang terlintas di benak setiap pasangan.
“ jessie,,  anakku apa kamu yakin ingin menikah dengan victor?”
“ ayah , aku sungguh mencintai victor dan tidak mungkin aku akan menyesalinya”
“ baik jika itu memang menjadi keputusanmu, ayah hanya berharap kau hidup bahagia dengan pilihanmu”
“ terimakasih ayah”
Pada sebuah pertunangan antara jessie corno dengan victor gabriel terjadilah sesuatu yang merubah segalanya menjadi kelam terdengan suara pisto menembus tubuh victor, merubah tawa menjadi jeritan ketakutan dipagi yang cerah ini.
“ tidak!! Victor apa yang terjadi ya Tuhan bicaralah padaku, victor jangan kau tinggalkan aku! “
“ hei tenang jessie aku tidak akan pernah meninggalkanmu, hati ini akan tetap untuk kamu meski maut menjemputku”
“ kau jangan berbicara seperti itu, kau akan baik-baik saja  
“ tidak jessie kau jangan menangis tersenyumlah untuk ku”
“ cepat panggil ambulance !!!”( perintah ayah jessie)
“ada apa ini Maharet? “
“ kau kemana saja, kakakku tertembak orang jahat pasti dia sengaja ingin mengacaukan pertunangan ini”
Nasib baik ternyata tidak menghampiri victor dan keluarga itu. Kematian victor menimbulkan sebuah pertanyaan besar “ siapa yang tega membunuh seorang seperti victor yang suka bergurau dan sering membuat orang lain tertawa” sebagai adikknya maharet hanya bisa terdiam dan menerima kematian kakaknya. Setelah upacara pemakaman victor, jessie terlihat sangat terpukul ia hanya berdiam diri terus-menerus di kamarnya yang seharusnya menjadi kamar pengantin milikknya.
“ jessie, anakku biarkan dia tenang jangan kau menghambat kepergiannya, ibu disini masih bersamamu relakan dia”
“ tidak! Aku tidak akan pernah merelakan kematianya yang mendadak seperti itu dia meninggalkan luka yang dalam padaku!”
“dengarkan ibu, dia sudah pergi jangan kau memberatkan kepergiannya disana, biarkan dia pergi dengan tenang. Masih ada maharet masih ada george disini yang senantiasa menemanimu”
“ cukup ibu! Biarkan aku sendiri”
Merenung menangis telah hampir habis air mata untuk menangisi kepergian victor bagaimanapun jessie harus menghadapi tragedi ini. Akan tetapi ia melihat sosok laki – laki yang tak lain adalah victor dia datang menemui jessie lalu ia berkata,
“ jessei ini bukanlah halusinasi ini memang aku ingin aku bersamamu, tetapi aku harus pergi maafkan aku jessie”
“ tap tapi aku tidak akan pernah merelakan kau pergi dari ku kenapa kau pergi begitu saja aku tak bisa hidup tanpamu karena kau adalah napasku, tanpamu aku bukan siapa – siapa”
“ aku percaya kau bisa hadapi ini, kau wanita yang tegar gunakan kepercayaanku ini pada hidupmu kau selalu dihatiku, jaga dirimu baik-baik jessie”
“ victor!”
Bayangan victor masih hinggap di pelupuk mata jessei , setelah sosok victor lenyap meninggalkan jessie kembali pada keheningannya. Ibu jessie sudah berusaha keras untuk menghiburnya akan tetapi itu semua sia sia, lalu ia menyuruh george dan maharet menemuinya untuk menghiburnya.
“ syukurlah kalian segera datang jessie mengigau melihat victor terus menerus tadi malam”
“ baiklah aku kesana dulu tante”
George mencoba untuk menghibur jessie tapi sepertinya itu tidak merubah kesedihan jessie.
“ jessie ini aku george teman kamu apa kamu sudah lupa apa kamu ingin aku menyusul victor ke alam sana? Jika kamu terus seperti ini dan mengabaikan kehadiran kami.”
“ benar jessie kau harus melupakan kakakku, tenang saja akan aku usut kasus ini , kau harus lepas dari bayangan victor Pokoknya aku berjaji akanmencari pembunuh kakkaku “
“Kalian tidak mengerti biarkan aku sendiri”
Diperjalanan pulang maharet dan george saling bertukar pendapat mengenai pembunuh victor.
“ apa kau yakin ingin mencari pembunuh victor itu terlalu berbahaya bagimu itu kan tugas polisi, biar aku saja yang mencari “
“ aku juga tahu tapi aku ingin mencariya dengan usahaku , eh itu sudah sampai rumah terima kasih george sudah mau mengantar aku pulang”
Belum terlambat jika ke kantor pak vincent poedly ( batin maharet)
Ia menyewa detektif yaitu pak vincent poedly
“ selamat siang pak vincent? “
“ iya selamat siang oh adik dari korban yang bernama victor ya, kasus saudara anda ini sulit sekali karena di ditemukan peluru jenis “cm” yang menewaskan saudara anda dan peluru jenis ini hanya dimiliki oleh orang tertentu, peluru ini dirancang khusus dengan pistol yang khusus juga, jadi mustahil pistol yang digunakan pistol yang biasa kita jumpai “
“ kalau boleh tahu ciri orang tersebut itu seperti apa?’”
“ ya, menurut  dugaan saya sementara pasti orang tersebut punya relasi atau punya kerja sama persenjataan juga di orang yang konglomerat karena harga pistol itu di negara ini tidak diperjual belikan secara bebas “
“ jadi seperti itu ya, ya sudah terima kasih ya pak atas penjelasannya, selamat malam “
Huuh malam sudah  larut sebaiknya aku segera sampai rumah ( batin maharet dalam perjalanan pulangnya ) tiba-tiba maharet tertegun dan terkejut melihat sosok laki-laki menyerupai kakakknya.

“ kakak! Kau kah itu?”(angin semakin kencang bertiup )
“ ini pasti mimpi tidak kakak sudah tenang disana “
“ maharet, ini memang aku hanya kau tak dapat menyentuhku, kakak ingin mengucapkan terima kasih kau telah membantuku, akan kuberitahu satu hal padamu pembunuh itu mungkin saja ada didepan matamu jadi berhati hatilah selamat tinggal maharet “
“ kak kak!! Siapa sebenarnya dia “( sudah pergi dan malam kembali sesunyi tadi )
Sosok victor lenyap seiring angin yang menembus jaket maharet.Keesokan harinya george mengajak jessie keluar mencari suasana yang baru untukknya, seperti george masih sangat mengharap jessie jika dulu george memang menaruh simpati pada jessie sebelum mengenal victor.
“ jessie aku senang kau mau keluar jalan-jalan menemaniku”
“ aku hanya ingin keluar mencari kesegaran diluar, setidaknya aku harus mengahargai segala usahamu dalam menghiburku. Lagi pula kau adalah sahabat terbaikku “
“ iya hati mu kan masih dihiasi victor, aku kira kita bisa menjadi lebih dari ini “
“ george!! baru 2minggu pemakaman victor kau sudah berbicara seperti itu, aku kecewa menerima ajakanmu keluar “
“ jessie! Benar memang dia sudah tiada tapi bukankah sebaiknya kau berkaca sekarang ini hidupmu menjadi berantakan benahi kembalilah seperti dulu kau selalu menebarkan senyuman pada orang lain itu yang aku rindukan darimu jessie “
“maaf” ( kemudian dia termenung dalam diam dan berjalan keluar )
“ ayo kita cari makan aku lapar” ( sambil merangkul pundak jessie )
George sepertinya sudah berhasil menghibur jessie dengan tingkahnya yang membuat jessie sejenak melupakan sosok victor dari ingatannya.
“ terima kasih ya sudah mengajakku hari ini, besok jangan lupa ada acara syukuran di rumah acara ulang tahun victor aku harap aku bisa melihatmu dirumah”
“ tidak , terima kasih telah tertawa hari ini jessie iya aku pasti akan datang “
Sementara itu maharet sedang membahas kasusnya kepada pak poedly terdengar suara handphone berdering.
Cringgg cring ccringg……  bunyi telepon yang klasih milik maharet .
“ halo , oh jessie iya ada apa “
“ besok malam jangan lupa kau datang kerumah ada syukuran ulang tahun victor “
“ iya aku pasti akan datang “
“ terima kasih “
Kembali pada pembahasan maharet dan pak poedly
“ jadi tadi anda ingin bilang apa?”
“em gini pak tapi ini tidak masuk akal tadi malam entah mimpi atau bukan kakak saya menemui saya dan ia bilang kalau yang membunuhnya itu ada didekat saya, pada intinya dia ada didepan mata”
“ itu mungkin saja, dia bilang didekat anda bisa jadi anda mengenal pelakunya,  apa ada hal yang aneh pada saat kejadian yang menimpa saudara anda itu”
“ aneh mmmm sepertinya saya tidak menemui hal aneh pada saat kejadian tersebut tapi siapa jika orang terdekat saya”
“tadi pagi ada saksi mata yang berkata bahwa dia melihat laki-laki berjas putih dan rapih dari belakang tak lama setelah pria itu pergi terdengar suara tembakan yang menembus victor.”
“ berjas putih ada banyak yang berjas putih, ada george ada tamu juga banyak”
“ tapi tak ada salahnya anda berwaspada pada siapapun “
“ iya , terima kasih infonya pak selamat bekerja kembali “
Malam berikutnya tibalah acara yang mengingatkan akan kepergian victor acara perpisahan pada hari ulang tahunnya victor,malam yang indah menyelimuti rumah jessei yang sedang sibuk menyiapkan syukuran itu.

“ george tolong tante,panggilkan om ya, om sedang ada ditaman sudah larut malam sebentar lagi acara akan dimulai “
“ baik tante”
“ george! George! “
  ada apa sih maharet ? teriak-teriak itu george ada di taman”
“ makasih tante, “
“ george aku pinjem mobilmu ya, soalnya ipod aku ketinggalan dirumah”
“ tapi jangan lama-lama”
“ okay “
Ketika sampai dirumah ia segera mengambil ipodnya dan menaruhnya di laci mobil george tapi ketika itu ia terkejut ada sesuatu benda yang membuat jantungnya berdegup kencang membuatnya tak bisa berkata – kata kemudian dia menghubungi pak poedly.
“ halo halo pak vincent! Saya punya tak sengaja melihat ada pistol yang mungkin pernah kita bahas kemarin saya sungguh takut karena benda itu berada di laci mobil teman saya george coba bapak selidiki dia dan coba bapak kesini periksa !”
“ tenang, sebaiknya anda jangan panik dulu akan saya periksa anda sekarang pulang kerumah jessie tapi jangan membuat hal-hal yang mencurigakan dulu, “
“ saya akan berusaha untuk mengendalikan emosi saya pak “
Setiba di rumah jessie, maharet mengeluarkan suara kerasnya dia menerriakkan kata “ goerge.. george..george” semua orang yang berada diruangan itu tersontak terkejut mendengar suara maharet yang menggegerkan kesibukan dimalam itu.
“ kau bicara apa maharet! Ada apa dengan george! “
“ jessie kau sungguh ingi tahu siapa pembunuh victor?”
“ apa kau sungguh tau siapa dia?”
“ ia dan dia bersama kita sekarang , dia george jessie”
“tante sungguh tak menyangka jika george lah pelakunya”
“ tunggu kalian jangan salah paham “’( tiba tiba keluar dari taman dan menepis tudingan maharet )
“ kalau itu memang kamu aku bersumpah tidak akan melihatmu dan tak sudai memaafkanmu!”
“ bukan aku pelakunya maharet berkata dusta, percayalah aku tidak mungkin membunuh sahabatku sendiri “
“ jessir aku menemukan bukti yang kuat di mobilnya, itu sudah cukup jelas semua bukti telah mengarah padanya “
“ tutup mulutmu maharet!!”
“ anda sekarang tidak bisa mengelak lagi pak george satu hal yang pasti sidi jari anda tidak bisa direkayasa,  saya sudah memeriksa bukti pistol yang berada di laci mobil anda  dan hasil membuktikan peluru yang singgap di tubuh korban cocok dengan pistol yang kami dapati di laci mobil anda, serahkanlah diri anda kita bisa membicarakan ini semua disana “
  anda siap jangan suka ikut campur masalahku”
“ oh maaf sebelumnya saya belum memperkenalkan diri saya pada kalian, kenalkan saya vincent poedly saudari maharet meminta bantuan saya dalam menangani kasus victor  kakakknya sendiri.”
“ berengsek kau maharet. Kau sudah terlalu bayak ikut campur sebaiknya kau menyusul kakakmu saja!!” ( bersiap menembak si maharet dengan pistol yang ada di saku jasnya )

Ia mengarahkannya tepat didepan maharet akan tetapi suara gemuruh petir dan kecangnya angin menyambut sesosok laki-laki beralis tajam, bermata coklat mencorong berhidung sempurna, tinggi semampai berjas hitam, tidak salah lagi di adalah Victor yang langsung menangkis tangan kanan goerge dari maharet.

“hai george??” ( serngit victor )
“ tidak tidak mungkin kau sudah mati!  Mati..! “
“ memang benar george tubuhku sudah mati akan tetapi tuhan berbaik hati mengizinkan aku mencari dan mengungkap siapa pembunuhku !”
“baiklah, karena kalian sudah tahu akan kuberikan alasan kenapa aku melakukan ini semua !!”
“ oh ya seberapa besar dosaku terhadapmu”
“ karena kau sama sekali tidak pantas mendapingi jessie, memang pada awalnya ini adalah salahku telah mengenalkan kamu pada jessie, kau tahu kau tak pernah mengerti aku  kau tak pernah bisa melihat tatapanku terhadap Jessie!!”
“ jadi ternyata kau dulu menyimpan rasa padaku George kenapa tak kau ungkapkan perasaanmu padaku!, kau sudah sangat nyaman aku anggap sebagai sahabatku aku merasa itu sangat berarti”
“oh jadi hanya karena itu “
“yah”
“menyerahlah kau George pada polisi”
“diam kau tua Bangka !”
“ hei, jangan kau hina mertuaku ,apa aku membuatmu ketakutan”
“victor kamu”
“ya , benar jessie aku masih suamimu “
“dan sekarang victor aku jamin kau akan musnah ! kali ini !!”
“George …george! Apa kau tidak ingat ,kalau senjata itu sudah pernah memusnahkan aku dari alam fana ini, jadi kau salah jika ingin melepasakan peluru kesayanganmu itu ,justru sekarang peluru itu akan memakanmu sendiri….!”
 DOR ..! terdengar suara tembakan menembus tubuh gagah perkasa georem dia mati dalam lembah kenistaan. Dan pada akhirnya Jessie memulai hidup baru tanpa victor , dan victor akan selalu dikenang sebagai victor Gabriel mungkin victor masih akan kembali pada kehidupan kisah victor lainnya. Dia akan selalu hidup dalam lembah keabadian.
“ kamu ingin meninggalkan aku seorang diri lagi  victor?”
“ ingatlah hati dan cintaku untukmu seorang tapi sudah waktunya aku pergi”
“ kenapa”
“ karena aku sudah menyelesaikan tugas terakhirku “
“ jadi ini adalah perpisahan”
“ mungkin selamt tinggal “
Cahaya redup bagai lentera merah yang menyertai kedatangan victor lenyap seketika bersama lenyapnya sosok victor dimalam itu , memaksa keluarga itu hening kembali mengenang kisah yang baru saja mereka saksikan.
The end









Minggu, 16 September 2012

SESALKU


SESALKU




 23 Januari 2004, dia secara nyata ada didepanku  kami adalah sepasang suami istri yang sudah tinggal bersama selama 6 tahun,  aku belum berencarna mempunyai buah hati dari pernikahan kami. Pagi itu seperti aktifitas biasanya aku mempersiapkan sarapan untuk kami makan aku tengah sibuk dengan spatula ditanganku. Ia terbangun segera mendengar gemerisik krincing di dapur.
“ pagi ini menunya mau apa  suamiku?” Tanya David padaku
“ emm seperti biasa kan enak atau tidak masakanmu aku selalu makan,, ow iya tolong ambilkan aku jus orange yang dingin sana “ pintanya padaku
“ ini,wah sayang persediaan makanan kita hampir habis ,”
“ iya nanti aku antar kamu belanja sekalian  berkunjung kerumah ibu, sudah lama kita tidak mengunjungi ibu,” ujarnya.
Waktu begitu cepat berlalu, David seperti biasa ia mengukir beberpa patung pesanan dari koleganya,  patung – patung hasil karyanya sudah termasyur dikota itu. Setelah mengantar  ku belanja dan berkunjung kerumah ibu, aku segera membuatkan sup ayam kesukaanya hangat – hangat David sangat suka ketika aku memasak sup ayam buatnya , keluarga kami cukup harmonis walaupun ia pemarah tetapi ia penuh dengan kehangatan ia selalu tersenyum kadang dia hanya terdiam dan beraktifitas tetapi akhir – akhir ini dia berubah jarang aku melihat ia bercanda padaku seperti dulu diam nan sunyi sering aku rasakan entah apa yang membuatnya begitu akupun tak tau pasti apa yang ada dibenaknya , bagaimanapun juga  kunikmati hidup ini dengan suka cita.
“ aduh,,!! Jariku keluar darah”  tiba tiba pisau yang kugenggam menggoreskan jari kiriku dan membuat David mendatangiku
“ kau kenapa?? Jarimu ! sini ( sambil memasukan jari ku kemulutnya )  hati – hati kalau memasak kalau kau sampai terkena pisau lagi atau apapun itu aku bias kehilangan  kamu, aku tidak mau sendiri!”
“ kau ini kenapa !! aku hanya tersayat pisau tak mungkin aku mati david,! “
“ kau tak tau  apa – apa ! “( berlalu pergi dari sudut dapur  }
Ia datang lagi dengan membawa sesuatu benda kecil yang digenggamnya
“ angkat tinggi – tinggi rambutmu !” pintanya
“ kalung ini untukku? Indah bandulnya akan kupakai kalung ini dileherku “
“ berjanjilah kau akan tetap hidup” sambil memelukku erat sekali dan menciummi kening serta pelipis wajahku.
Aku teringat ada sesuatu yang ingin aku beli yaitu kado pernikahan kami genap ke7 tujuh pada tanggal 30 Januari . Sesegera aku keluar sambil minta izin sang suami, awalnya dia tidak memberikan izin tetapi karena kelihaianku berbicara akhirnya ia memperbolehkannya.
Sampai di supermall yang berjarak 4km dari rumah, saya segera membeli satu barang yang ingin sekali suami saya miliki. Supermall itu selalau ramai dikunjungi sampai ketika saya mengantri di ruang kasir tiba giliran saya membayar, ada seorang laki-laki menepuk pundakku dan aku terkejut ada sesosok laki- laki yang tak asing lagi dimataku.
“ hei Rita kan? Siswi kelas 3 IPA 1 yang cengeng itukan? Yang pernah nangis ketika sepatunya hilang karna sepatu itu kado special almarhum ayahnya?”
“ ha, kau siapa ya bentar aku inget inget oh iya,, yang tiap ulangan duduk sebangku denganku yang nyontek terus “
Kami langsung berpelukan hangat melepas kerinduan yang hampir 5 tahun tak pernah bertemu.
 “ haha masih inget aja kamu, gimana kabarnya? Udah berkeluarga?”
“ aku sudah punya suami, hehemm kapan kamu pulang  dari jepang? Wah sekarang jadi sukses ni di jepang, ketemu cewe impian ya disana rif”
“ enggak aku belum ada pikiran ke arah sana heheehe”
“ ow ya rif aku buru-buru pulang besok kita sambung lagi ya,,”
“ Ekh kita barengan aja pulangnya,  kamu kita searah kan”
“ em gimana ya, ya sudah aku kenalkan sekalian dengan suamiku, kita  minum kopi dulu dirumah ya”
“ oke “
Sesampai dirumah
Kulihat suamiku melakukan aktifitasnya seperti biasa dia sedang megukir sebuah patung perempuan yang sedang menggendong bayinya, terlihat asyik dengan pekerjaanya sesampai aku pulang dia tidak menyadarinya.
“ vid,,, aku pulang,, ayo rif silakan masuk suamiku sedang di teras biar aku panggilakan, “
“ oh oke,, ini semua karya suami kamu ya? Mengagumkan “
“ emm terimakasih pujiannya “
Sesampai aku pada david matanya terlihat merah membara terbesit rasa takut di pikiranku, dia marah apa cemburu? Entah apa yang merasuki pikiranya. Dia melaju cepat jalanya ke arah Arif teman SMA ku dengan membawa pisau ukir ditanganya seperti ingin memangsa Arif sesegera aku menghentikan langkah kakinya, terlintas dipikiranku “ dia cemburu melihat aku membawa arif teman sekolahku dulu “ tapi apa daya aku tak mampu menghentikan langkah kakinya yang melaju bak elang melihat mangsanya.
“david, david dia sahabat aku, kau mau apa?,,”
“ sebaiknya kamu pergi sebelum aku gunakan pisau ini mengeluarkan jantungmu!!!”
“ kau pulang saja Rif,, dia sedang emosi dia sedang labil,  belakangan ini dia sering emosi”
“ sabar sabar vid, aku ini temen rita bukan selingkuhannya, sebaiknya letakkan benda itu dari tanganmu”
“ akh,, banyak bicara mati saja kau!!” sambil menikam tubuh Arif

“ apa yang mau kau lakukan, jangan!! “
“awas!!!!!,  “ (menyelamatkan arif tetapi justu aku yang terkena benda tajam itu )
“ apa yang kau lakukan!!”
“ rita bangun! Maaf maaf kan aku aku tak bermaksud menyakitimu,, maaf rita bangun! Bangun! Bangun!
Tak kan kubiarkan kau pergi !!! “(sesal davin dengan suara tangisan dan pelukannya yang hangat padaku)

Ku terbangun dipenuhi dengan bau obat-obatan tersedar aku akan kejadian baru saja, segera aku menoleh kearah sampingku, tetapi sang suami dari sudut manapun aku tak bisa menemukannya disekitarku. Hanya ada seorang wanita yang tak lain dia Rika sahabatku,
“ dimana suamiku!!! Dimana dia!”
“ Hei hey rita tenangkan dirimu, dia baik – baik saja Rita tenang “
Aku ingat terakhir kali suamiku memeluk erat tubuhku, sekarang dimana keberadaanya aku merindukanmu,  dan Rika saat itu menjelaskan semuanya, bahwa aku sudah berada di rumah sakit ini hampir 6 hari aku menyangkal, mustahil ini semua terjadi lalu dimana suamiku, Rika menjawab kalau dia sudah tenang di bawah rumput halus disertai bunga – bunga yang masih segar.



Ku tertegun mendengar penjelasan Rika.
 “Kau  telah tinggalkan kerinduan yang dalam hari ini tepat hari ulang tahun pernikahan kita David
Kau berikan kalung ini ketika aku berada di duniamu, sekarang aku mengerti mengapa kau takut aku tersadar dari duniamu, aku ingin kembali lagi kesana bandul ini bercerita kau ingin sekali memiliki buah hati dari pernikahan kita. Aku sungguh egois maaf kan aku, wanita dalam kalung ini menitihkan air mata begitu aku menangis karena kehilanganmu.
" ku tertatih diatas kursi yang membantuku berjalan terdiam,menangis,memandangi sebuah kalung berbandul ukiran patung wanita yang sedang menitihkan air mata. Hangatnya dekapanmu mendadak menghilang lenyap trermakan masa.Sesal tak akan ada guna lagi sesalku tak akan berakhir,aku akan menuggumu menjemputku kembali ke duniamu wahai suamiku "(sesalku /20/1/2009)