Senin, 04 Juni 2012

SEBUAH GITAR UNTUK MANTAN SAHABATKU







Aku berjalan entah kemana kaki ini akan melangkah dimana aku akan mengulang kekalahan atas perasaanku “ selalu dicampakkan mantan sahabtku sendiri “ begitu sulit menolak keinginannya
Cerita ini adalah kisah nyata dimana akhir cerita ini mungkin akan membuat jantung pembaca berdecak heran.(tambah sentuhan fiksi )
Kita memang tidak bisa menolak setiap takdir yang sudah disuratkan tetapi jika masalahhnya kedua orang tua kita bertengkar untuk pertama kalinya aku melupakan masalah itu karena kehadiran seorang sahabat.
“ kenapa kamu fatif ?” kata Aband
“ eh kamu band, ya biasalah suntuk dirumah ada perang ortu” jawabku
“sudahlah jangan terlalu dipikir, bagaimana kalau kamu gabung denganku?”jawab aband
“Serius? Gag papa, Yang lain gak da yang marah?”
“udah lah enjoy aja”jawab aband
“Thank’s ya bro”
Tak berapa menit kemudian gerombolan kawan aband datang dan mengajak hang out bareng dimana mereka sering disebut geng  terpopuler se sekolah kami dimana aband pendirinya.
“ hei! Band nanti kamu bisa kumpul kan?” tanya salah satu dari mereka
“ sip,, aku pasti datang, gimana kalau ajak fatif?” tawar aband
“ ya,, gak papa asal jangan ngacau’in acara aja”
Aband mengajakku berkumpul dengan anggotannya padahal sulit untuk menjadi salah satu anggota geng mereka, dia adalah orang kedua yang menghilangkan penderitaanku selama ini setelah  kekasihku yang bernama Ayu, aku sudah menganggapnya sebagai seorang kakak bagiku.Meskipun sudah akhir – akhir ini dia berubah sifatnya menjadi liar. Dia menghampiri ku ketika dia sedang tidak bersama anggota kelompokknya, tapi jika bersama mereka aku sering dibuang , lebih tepatnya dia hanya memanfaatkan aku saja.Tetapi bagaimanapun aku tidak bisa  menyakitkitinya, setelah apa yang ia lakukan padaku.
“september,, ulang tahun kamu september kan aband?”
“ memangnya kenapa kamu ingin memberiku apa? Yah kalau kamu punya duit aku pengen banget tuh gitar merah,, keren kan?”
“ dasar matre lu. Pengennya yang susah aku cari, lagian kenapa lu gak gabung sama anggotamu, bukannya sekarang lagi kumpul ya?”
“ yah, biasa lagi males aku ma mereka, aku ngelakuin kesalahan gitu tapi udahlah biarin aja mereka pasti yang akan mencari aku “jelas aband
“ lebih baik minta maaf ma mereka, sama Rico kan? Yang ada salah” jawab ku
“ bentar lagi juga aku akan kesana…”
“eh handphone lu getar tu”
“ iya ni,, ada sms dari rico ternyata aku suruh kesana dia mau bilang sesuatu katanya,, aku pergi dulu ya sob, thanks ya buat saran lu, lu bener – bener temen yang baik”
Dia bilang aku hanya teman, setiap hari aku melakukan apa yang ia suruh dia hanya menganggapku tema?, sungguh keterlaluan paling tidak dia nganggep aku sahabat, tetapi pikiranku tertuju pada ulang tahun aband yang tinggal sedikit lagi,, huhh aku frustasi berat gitar merah yang menjadi keinginannya telah membuatku ingin sekali mengabulkan permintaanya,, tapi aku sadar aku hanya orang kecil yang tidak punya harta melimpah, sedangkan kondisiku diperparah dengan datangya penyakit jantung menimpaku 1 tahun yang lalu.
Saat  itu sekolahku medapat giliran sebagai petugas pasukan pengibar bendera dalam HUT RI aku terpilih juga aband,
Yang selalu tahu perasaan ini harga ayu  (pacarku) dia  selalu ada , bahkan ia tahu kalau aku sebenarnya ingin sekali mempunyai seorang kakak ,  ayu mengerti perasaanku terhadap aband, yang aku anggap sebagai kakku sendiri .Pada saat latihan untuk pasukan pengibar bendera , sebelumnya
“tif, bantu aku, aku lupa membawa seragam olahraga milik Rico, gimana ini” Tanya aband
“tenang , sob 15 menit lagi kita latihan pasti keburu “
Kita berlari menunggu bus, setelah sampai dirumahnya ketika pulang kembali ke sekolah sama sekali tidakada bus, terpaksa kami berlari sampai di gerbang ia terlihat kelelahan , aku menawarkan sebotol aqua bahkan akupun belum meminumnya,tetapi aku senang dia berterima kasih padaku dan bilang “ sekarang pokoknya kamu jangan segan minta bantuanku”
Akan tetapi ia melupakan perkataanya sendiri, ia semakin menjauhiku entak apa salahku, tiap kai bertemu dia hanya tersenyum sinis. Aku hanya bias merenung mencurahkan isi hatiku ini kepada Ayu dia yang selalu mengerti aku.
Tak aku sangka Ayu mengetahui kalau aku hanya dimanfaatkan Aband.
“ sudahlah apa lagi yang kamu piker, dia saja tidak memikirkan kamu jangan terlalu dipikir, ingat kesehatanmu!”
“ayu aku hanya ingin ia senang meskipun harus menyakiti hati ini”
Keesokan harinya Aban berdiri didepanku dan berkata” fatif, maaf tapi aku tidak mungkin menjadi temanmu, kamu hanya sebatas pembantu,oh ya terima kasih ya adikku, hahahahahah”
“bagaimana kau tau tentang itu, apakah ayu?”tanyaku
“ tepat sekali, o ya satu lagi menurutku ayu terlalu cantik untuk dijadikan pacarmu!!”
Aku tahu itu bukan ucapan yang berasal dari lubuk hatinya , aku cukup mengenalnya, pikiran it u terus menghantuiku, hingga kondisiku menurun aku terluka parah sejak mendengar orang tuaku akan berpisah.
Segalah pebuatanku selalu salah dimatanya, aku putuskan pergi sejauh-jauhnya hingga pikiran ini tak lagi ada . Aku terjatuh di jalan yang sepi orang melewati jalan itu bersama rintik hujan yang cukup deras kakiku melangkah tubuhku lelah akan gitar….gitar,,,, dan gitar, langkah kakiku terhenti ketika tepat di depan took gitar .
Pemilik toko itu memandangiku dengan penuh pertanyaan apakah aku akan membeli gitar itu?dia menghampiriku, yang hamper tidak sanggup berdiri lagi
“maaf apakah tuan mau membeli gitar ini, sejujurnya aku butuh uang yang tak sedikit untuk menebus ginjal transpalasi untuk ibuku “tanya gadis penjual gitar itu
“sepeserpun aku tidak punya uang , bagaimana jika kita buat pertukaran, kau butuh ginjal, tapi aku butuh gitar itu, ku berikan ginjalku untuk ibumu dan gitar itu untukku,” jawab ku
“ tapi aku tak mengenalmu, setidaknya beritahu namamu, aku sungguh berterima kasih padamu karena telah rela mendonorkan ginjalmu pada ibu, karena ginjalku juga sudah kronis satu.”
“ panggil saja fatif, aku tidak kuat lagi”(tubuhku tak dapat merasakan apapun lagi, ketika bangun aku hanya ingat pemilik toko itu membawaku ke rumah sakit. Setelah aku sadar dia menanyakan padaku mengenai masalah semalam tadi)
“apa anda benar-benar ingin tetap melakukannya?”
“ aku sudah mengambil keputusan, lakukanlah untuk ibumu, aku minta kau jangan menghubungi ibuku ataupun  orang lain jika aku sudah melakukan transaksi itu kau boleh menghubungi mereka, aku mohon padamu”
Disisi lain keluargaku mencri keberadaanku yang hilang selama lima hari ini, Ayu selalu menangis dan merasa bersalah  dan yang aku dengar dia selalu menghubungi Aband
“e,, ada apakah gerangan gadis cantik menemuiku?” ucap aband
“ aku hanya ingin berkata padamu Fatif tidak pernah membencimu, dia sangat menghormatimu, dan sekarang dia pergi karena dia merasa terkhianati olehmu”
“ohh pergi?? Dia pasti akan kembali dia hanya anak  yang lahir dari keluarga yang akan hancur, lebih baik dia pergi, itu juga jika dia betah,, setelah itu pasti pulang cari makan! “ ejekk Aband
“seburuk itukah dia dimatamu?, jangan pernah berharap aku akan membiarkan kau hidup bahagia jika sampai Fatif tidak dalam kondisi yang seharusnya! “
Lebih baik aku merahasiakan diriku aku hanya bias bilang maaf pada Ayah ibu dan ayu Aku tulis pesan melalui pena rumah sakit ini untuk kedua orang yang pernah ada dalam hidupku.
Setelah mendapat kabar bahwa aku dirawat dirumah sakit ibuku segera datang membesukku di ICU
“oh putraku, kenapa bisa begini ? apa ayu sudah tau? Ibu akan menghubungi ayu” kata ibuku sambil menangis melihat keadaanku
“ ibu dengar kan ini mungkin akan menjadi ucapan terakhir dari putramu ini yang selalu menyusahkanmu,aku ingin bilang padamu ibu, dulu ayah sering membicarakanmu padaku ibu dia sangat sangat mencintaimu, lihatlah ayah bu, dia begitu kelelahan  mengorbankan waktunya hanya untuk mencari nafkah demimu ibu juga demi aku… akudia tidak pernah melirik wanita lain jangan kau berprasangka buruk dengannya ibu,, juga ayah dengarkan aku,,kau jangan mengiyakan permint aan ibu ya , jangan sia – sia kan pengorbananmu pada keluarga ini “
“ fatif jangan berbicara seperti ini, kau terlihat menyedihkan “ ucap ayahku sambil menepuk pundakku
“ kau yang terlihat menyedihkan ayah, lihat saja bahkan,,, akghhh “( suaraku terputus karena detak jantung yang aku rasa sudah semakin melemah)
“fatif,, anakku jangan kau merasa  kau ingin pergi jauh karena ibu akan disini untukmu”
“ibu tolong berikan surat ini pada ayu aku sungguh minta maaf pada kalian semua,, hughhhhhh,, hugghhhh,, aku sudah tidak bisa merasakan tanganmu lagi ibu”(ku tutup mataku untuk melepas beban ini)
“ pak dokter!!! Pak dokter tolong putraku, cepat kesini!!”
Beberpa moment kemudian
“ tante,,!! Gimana fatif??” Tanya ayu denga panic
“ ayu dia menitipkan ini untukmu” jawab ibu ku
“ pa!! apa ini fatif bangun ,, bangun jangan tinggalkan aku! Kau bohong kau jahat katanya kau akan menemaniku bangun fatiff,,, !!! fatif!!!”(teriak ayu sambil menangisi kepergianku ) 

Dear Ayu,
Ayu sekarang aku tenang , cahaya itu sudah menerangi hatiku
Janganlah menangis aku akan selalu melihatmu dari sini, tetaplah ceria.Aku akan
Melindungimu denganperasaan ini.
Tolong berikan gitar ini untuk Aband didalam gitar ini berisi pesanku padanya janganlah
Kau membencinya
Terima kasih ayu cahayaku akan menuntunmu mencari penggantiku
                                                                                                                Love you


                   
Ayu hanya menangis setelah melihat aku terbaring tak bernafas, dia segera menemui Aband
“ohh ada tamu rupanya, kenapa? Dia pasti pulang kan dia tak cukup nyali untuk pergi “ kata aband
“ ya sepenuhnya kau benar dia memang sudah pulang dan dia tak cukup nyali untuk menemuiku, setidaknya sebelum dia tak berani menemuiku dia memberiku secarik kertas ini untukmu! Semoga ini bisa membuatmu melihat” jawab Aband

Dear Aband,
Saat aku meraih tanganmu untuk persahabatan aku yakin kaulah orang pertama yang memberiku cahaya untuk semangat hidup, walaupun hanya untuk sesaat.
Satu hal yang ingin aku berikan gitar ini sepenuhnya milikmu jaga baik – baik , selamat ulang tahun Aband aku tidak bisa memberikan tepat pada waktunya karena sudah ada yang menjemputku.
Aku percaya hatimu terang yang akan menerangi semua orang tanpa satupun dari mereka tersesat , jadilah lebih baik dari ini, satu pintaku Jagakan Ayu untukku, jangan pernah menyesali semua ini karena ini semua memang sudah takdir.
Your new brother


“ apa yang terjadi pada fatif!! Ayu?”
“ seperti yang kau bilang dia telah pulang, pulang menghadap sang Pencipta,” jawab sinis Ayu
“ maaf!maaff!! maafkan aku ayu ,, aband!! Hahhhhhhhh!!!!!!!!!!” sesal Aband
“ jika fatif tidak berpesan untuk tidak membencimu, mungkin aku sudah membunuhmu sekarang!!”

Selang beberapa waktu setelah kepergianku Aband jauh lebih baik dari sebelumnya,, dia menaruh perasaannya pada seorang gadis
“Ayu mungkin aku bukan fatif yang bisa menjadi pelipur mu,, tapi aku akan berusaha menjadi seperti dia”
“ mungkin aku sudah memaafkanmu aband, tapi jika untuk menerimamu aku tidak bisa suatu saat mungkin aku bisa, jangan pernah menjadi fatif karena kau bukan fatif”
Kehidupan kembali berputar Aband yang sekarang sudah memenuhi keinginanku, dia tetap menjaga Ayu untukku meskipun Ayu menampikknya, terima kasih Aband “ mantan sahabatku”
Begitulah kisah itu terjadi, bahwa takkan selamanya tangan ini mendekap orang yang kita sayangi.
Tidak mungkin di dunia ini ada yang  abadi kita akan merasakan mati dan akan kapan saja bisa menghampirimu.
End!~~`









Tidak ada komentar:

Poskan Komentar